Perbedaan Baju Batik Modern dan Tradisional

Kain Batik Solo | Grosir Batik LaweyanApa perbedaan baju batik modern dengan tradisional? Meski batik adalah motif yang sudah sangat dikenal oleh masyarakat kita, namun belum tentu semuanya mengetahui peruhal perbedaan tersebut. Batik sendiri telah ada sejak beratus tahun lalu dan hingga saat ini masih tetap eksis, bahkan terus berkembang seiring dengan perkembangan jaman.

Soal baju batik modern dan tradisional, ada beberapa perbedaan yang sangat mencolok. Baju batik tradisional, seperti yang kita tahu masih menggunakan teknik manual dalam proses pembuatannya, sedangkan batik modern sudah mengaplikasikan peralatan yang lebih canggih. Oleh karena itu, batik tradisional, yang notabene dibuat dengan teknik tulis manual, harganya terbilang masih sangat tinggi dan sangat eksklusif. Selain itu, batik tradisional juga membutuhkan proses dan waktu yang panjang dalam pembuatannya, di samping motif serta warna – warna yang diangkat telah ada sejak puluhan bahkan ratusan tahun lalu.

Baju batik modern selain telah menggunakan mesin, juga menawarkan model yang lebih up to date. Jenis kain yang digunakan juga lebih bervariasi tergantung selera si pembuatnya. Batik modern, mengangkat motif – motif serta warna – warna yang lebih berani, mengingat memang varian warna yang ada memang lebih banyak.soal harga, produk batik modern pada umumnya terbilang lebih terjangkau, meski dari segi eksklusivitas kalah dibandingkan dengan produk pakaian maupun kain batik tradisional.

 

Batik Tulis untuk Pencinta Tradisi

Batik Tulis untuk Pencinta Tradisi

Kain Batik Tulis | Grosir Batik LaweyanMenurut tradisi yang telah diturunkan dari generasi ke generasi, batik merupakan kain tradisional yang ditulis dengan tangan menggunakan canting. Batik tradisional tersebut kini dikenal sebagai batik tulis dan batik lain yang dibuat dengan metode berbeda disebut berdasarkan cara pembuatannya seperti batik cap dan batik printing. Batik tradisional yang ditulis dengan tangan kini menjadi produk eksklusif yang nilainya lebih dari sekedar angka rupiah.

Mempertahankan tradisi bukanlah hal mudah. Untuk menulis batik dengan canting diperlukan keahlian dan tentunya kesabaran yang luar biasa. Saat ini, sudah sedikit orang yang memiliki keahlian dalam menulis batik dan kesabaran yang kuat untuk menyelesaikannya. Selain itu, proses pewarnaannya juga tidak mudah karena harus melalui banyak proses agar hasilnya sesuai dengan keinginan. Untuk membuat selembar kain batik dengan cara tradisional, diperlukan waktu yang tidak sedikit. Bahkan untuk motif yang sangat rumit, ada yang mencapai hitungan bulan untuk menyelesaikannya. Itulah sebabnya, batik tulis dihargai lebih sebagai produk seni berharga.

Dengan perkembangan dunia fashion batik, batik tradisional ini telah dibuat dengan berbagai macam motif modern. Yang terpenting adalah cara pembuatannya dengan ditulis menggunakan canting sehingga merupakan produk handmade yang eksklusif. Karena merupakan produk eksklusif, batik tulis tidak tersedia di sembarang tempat dan ketersediaannya terbatas. Pada keadaan tertentu, ada kalanya para pencinta tradisi harus memesan sebelumnya dan menunggu sampai batik yang diinginkannya selesai dibuat.

Catatan Singkat Tentang Kain Batik

Kain batik telah dikenal sejak beratus tahun lalu. Pada mulanya, batik adalah motif khas yang hanya bisa dipakai oleh keluarga kerajaan. Setiapkedudukanmemiliki motif yang berbeda yang menunjukkan status social. Bahkan, motif batik untuk anak – anak pun dibedakan dengan motif yang dipakai oleh orang dewasa.

Kain Batik Solo | Grosir Batik Solo Online

Koleksi Kain Batik Tulis Sogan KamiDesign Kain Batik

Pada saat itu, kain batik juga dibuat oleh para abdi dalem kerajaan. Desain – desain yang dibuat merupakan hasil kreativitas mereka atau bahkan dari keluarga kerajaan sendiri. Namun, karena banyak anggota masyarakat yang tertarik dengan keberadaan batik, para pengrajin di dalam istana kemudian mencoba membuat motif berbeda untuk rakyat biasa. Sambutan yang didapatkan ternyata sangat baik dan sejak saat itu, batik berkembang dengan pesat dan hingga kini dikenal sebagai motif khas Indonesia.

Seiring dengan perkembangan jaman dan perubahan tren berpakaian, banyak motif tradisional yang kemudian dimodifikasi menjadi lebih modern.Bahkan, banyak motif batik baru yang muncul yang merupakan hasil kreativitas para pengrajin batik masa kini. Meski begitu, bukan berarti motif tradisional hilang dari peredaran karena terbukti kain batik yang dibuatpuluhan tahun lalu kini laris diburu oleh kolektor. Sebagai collector item, kain batik tersebut tentunya memiliki harga yang sangat tinggi. Menurut para kolektor, hal itu karena batik kuno atau lawasandianggap merupakan benda bersejarah dan langka serta sarat akan makna filosofis.

Batik Solo

Solo memiliki keunikan tersendiri, terutama kawasan cagar budaya peninggalan leluhur yang kaya akan sejarah, bangunan dan lingkungan, tradisi dan sosial budaya, serta industri.

solo batikAdapun kawasan tersebut adalah Kampoeng Batik Laweyan, Kelurahan Laweyan, Kecamatan Laweyan di Solo bagian barat. Kampung ini dijadikan kawasan cagar budaya sejak 2010.

Berbagai elemen yang ada di dalam kampung batik Laweyan menjadi pusaka nasional, seperti bangunan. Bangunan di kampung ini masih terawat dngan gaya arsitektur Eropa dan Jawa.

Setiap perempatan dibangun jalan berpaving dan terpasang plakat-plakat bertuliskan Kampoeng Batik Laweyan dengan corak batik.

Sebagai kampung batik, wisatawan dapat berkunjung, belajar, dan berbelanja batik di toko, galeri, pabrik, dan museum batik.

Ketua paguyuban Kampoeng Batik Laweyan, Alpha Febela Priyatmono (56), menjelaskan, kawasan batik Laweyan dikembangkan oleh 1980-an pengusaha batik dengan spesialisasi masing-masing.

Namun ditambahkan Alpha, 30 persen dari 80 pengusaha batik di kampung batik Laweyan memiliki usaha batik yang komplit seperti terdapat pabrik pembuatan beserta toko penjualan batik.

Seperti batik putra laweyan, merak manis, batik pria tampan, dan batik mahkota Laweyan. Kawasan batik Laweyan menjual batik berupa pakaian, kerajinan tangan, lukisan, kain, dan sebagainya.

Harga batik juga bermacam, mulai dari puluhan ribu rupiah hingga jutaan rupiah. Alpha menambahkan, Kampoeng Batik Laweyan memiliki visi dan misi lokal yang menggelobal.

Menjadikan kampung batik Laweyan menjadi kamung ekonomi, kampung budaya, dan kampung kreatif.

“Dan tujuannya adalah menjadikan Solo eco, culture  dan creative city,” katanya.

“Solo sebagai kota green batik dunia, ke depan akan ada program untuk tidak merusak lingkungan, nulai dari pemgadaan bahan baku batik (kain), hingga proses pembuatan batik memggunakan bahan-bahan ramah lingkungan,” jelas Alpha kepada TribunSolo.com.

Bagi wisatawan luar kota Solo yang hendak berkunjung ke kampung batik Laweyan, lokasinya mudah diakses.

Dari Stasiun Purwosari Solo (Jalan Slamet Riyadi) ke timur, perempatan Purwosari (hotel Sala View) ke selatan (Jalan Perintis Kemerdekaan), Kampoeng Batik Laweyan terdapat di selatan Jalan Dr Rajiman.