Filosofi Batik Parang

Kain Batik Printing SoloSeiring semakin berkembangnya teknologi juga berimbas pada industri Batik Solo dan tanah air. Mulai dari teknik pembuatan yang semakin beragam, dari teknik batik tulis, batik cap, batik kombinasi maupun batik printing, bahan yang digunakan mulai dari Katun, Polyester hingga Batik Sutera juga terlihat dari motif Batik yang diproduksi.

Ada ratusan bahkan ribuan jenis motif batik yang ada, baik motif batik tradisional maupun motif batik dengan desain modern yang sudah menyesuaikan dengan perkembangan industri Fashion di tanah air. Masing-masing motif terutama motif traditional memiliki filosofinya masing-masing.

Batik Parang merupakan salah satu motif batik yang paling tua di Indonesia. Parang berasal dari kata Pereng yang berarti lereng. Perengan menggambarkan sebuah garis menurun dari tinggi ke rendah secara diagonal. Susunan motif S jalin-menjalin tidak terputus melambangkan kesinambungan. Bentuk dasar huruf S diambil dari ombak samudra yang menggambarkan semangat yang tidak pernah padam. Batik ini merupakan batik asli Indonesia yang sudah ada sejak zaman kerajaan Mataram sampai ke Surakarta

Kami juga menyediakan Batik dengan motif Parang dengan bahan berkualitas, jangan sampai kehabisan ya para sedulur sekalian.

Catatan Singkat Tentang Kain Batik

Kain batik telah dikenal sejak beratus tahun lalu. Pada mulanya, batik adalah motif khas yang hanya bisa dipakai oleh keluarga kerajaan. Setiapkedudukanmemiliki motif yang berbeda yang menunjukkan status social. Bahkan, motif batik untuk anak – anak pun dibedakan dengan motif yang dipakai oleh orang dewasa.

Kain Batik Solo | Grosir Batik Solo Online

Koleksi Kain Batik Tulis Sogan KamiDesign Kain Batik

Pada saat itu, kain batik juga dibuat oleh para abdi dalem kerajaan. Desain – desain yang dibuat merupakan hasil kreativitas mereka atau bahkan dari keluarga kerajaan sendiri. Namun, karena banyak anggota masyarakat yang tertarik dengan keberadaan batik, para pengrajin di dalam istana kemudian mencoba membuat motif berbeda untuk rakyat biasa. Sambutan yang didapatkan ternyata sangat baik dan sejak saat itu, batik berkembang dengan pesat dan hingga kini dikenal sebagai motif khas Indonesia.

Seiring dengan perkembangan jaman dan perubahan tren berpakaian, banyak motif tradisional yang kemudian dimodifikasi menjadi lebih modern.Bahkan, banyak motif batik baru yang muncul yang merupakan hasil kreativitas para pengrajin batik masa kini. Meski begitu, bukan berarti motif tradisional hilang dari peredaran karena terbukti kain batik yang dibuatpuluhan tahun lalu kini laris diburu oleh kolektor. Sebagai collector item, kain batik tersebut tentunya memiliki harga yang sangat tinggi. Menurut para kolektor, hal itu karena batik kuno atau lawasandianggap merupakan benda bersejarah dan langka serta sarat akan makna filosofis.

Batik Solo

Solo memiliki keunikan tersendiri, terutama kawasan cagar budaya peninggalan leluhur yang kaya akan sejarah, bangunan dan lingkungan, tradisi dan sosial budaya, serta industri.

solo batikAdapun kawasan tersebut adalah Kampoeng Batik Laweyan, Kelurahan Laweyan, Kecamatan Laweyan di Solo bagian barat. Kampung ini dijadikan kawasan cagar budaya sejak 2010.

Berbagai elemen yang ada di dalam kampung batik Laweyan menjadi pusaka nasional, seperti bangunan. Bangunan di kampung ini masih terawat dngan gaya arsitektur Eropa dan Jawa.

Setiap perempatan dibangun jalan berpaving dan terpasang plakat-plakat bertuliskan Kampoeng Batik Laweyan dengan corak batik.

Sebagai kampung batik, wisatawan dapat berkunjung, belajar, dan berbelanja batik di toko, galeri, pabrik, dan museum batik.

Ketua paguyuban Kampoeng Batik Laweyan, Alpha Febela Priyatmono (56), menjelaskan, kawasan batik Laweyan dikembangkan oleh 1980-an pengusaha batik dengan spesialisasi masing-masing.

Namun ditambahkan Alpha, 30 persen dari 80 pengusaha batik di kampung batik Laweyan memiliki usaha batik yang komplit seperti terdapat pabrik pembuatan beserta toko penjualan batik.

Seperti batik putra laweyan, merak manis, batik pria tampan, dan batik mahkota Laweyan. Kawasan batik Laweyan menjual batik berupa pakaian, kerajinan tangan, lukisan, kain, dan sebagainya.

Harga batik juga bermacam, mulai dari puluhan ribu rupiah hingga jutaan rupiah. Alpha menambahkan, Kampoeng Batik Laweyan memiliki visi dan misi lokal yang menggelobal.

Menjadikan kampung batik Laweyan menjadi kamung ekonomi, kampung budaya, dan kampung kreatif.

“Dan tujuannya adalah menjadikan Solo eco, culture  dan creative city,” katanya.

“Solo sebagai kota green batik dunia, ke depan akan ada program untuk tidak merusak lingkungan, nulai dari pemgadaan bahan baku batik (kain), hingga proses pembuatan batik memggunakan bahan-bahan ramah lingkungan,” jelas Alpha kepada TribunSolo.com.

Bagi wisatawan luar kota Solo yang hendak berkunjung ke kampung batik Laweyan, lokasinya mudah diakses.

Dari Stasiun Purwosari Solo (Jalan Slamet Riyadi) ke timur, perempatan Purwosari (hotel Sala View) ke selatan (Jalan Perintis Kemerdekaan), Kampoeng Batik Laweyan terdapat di selatan Jalan Dr Rajiman.